Senin, 12 Desember 2022

Assessment Sidik Jari

Assessment Sidik Jari di Assessments Indonesia


Sebuah metode untuk mengetahui potensi genetik seseorang yang mencangkup kecerdasan majemuk, gaya belajar, gaya bekerja, karakter bawaan dan lain sebagainya. Dengan mengenal potensi diri, berarti akan lebih meningkatkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam hidup serta memahami diri dan orang lain secara lebih baik. Saat ini dengan riset yang terus menerus dilakukan, sidik jari juga dapat digunakan untuk mengetahui atau memetakan jenis kecerdasan/bakat seseorang, gaya belajar hingga karakter bawaan.

tes minat bakat
Assessment Indonesia

Metode ini dinamakan Test Analisa Bakat Sidik Jari atau diluar negeri dikenal dengan istilah “Dermatoglyphics Multiple Intelligence Test (DMIT)“. Analisa sidik jari adalah metode terkini yang berbasis teknologi untuk menganalisa bakat yang dimiliki seseorang baik anak-anak hingga orang dewasa. Dengan mengetahui bakat seseorang, maka bisa dikembang potensi-potensi untuk meraih kesuksesan hidup secara lebih efektif dan efisien karena dapat mengetahui gaya belajar, kepribadian yang melekat dan profesi yang cocok.

Analisa sidik jari juga bukan alat vonis, alat ukur kecerdasan, maupun alat pembanding. Metode analisa sidik jari hanyalah menginterpretasikan distribusi potensi dalam dirinya sendiri, sementara pencapaian hasil kemampuan kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh usaha atau ikhtiar yang dilakukan diri sendiri. Metode ini menggunakan data biomedik, sidik jari yang permanen, sehingga bersifat sekali seumur hidup.

Namun demikian, pengembangan metode pengukuran dan interpretasi penilaian terkait dengan perkembangan ilmu saraf dan ilmu psikologi, menjadikan metode analisa sidik jari bersifat dinamis (updating).

Para ahli di bidang ilmu dermatoglyphics (ilmu yang mempelajari pola sidik jari) dan kalangan neuro-anatomi (kedokteran-anatomi tubuh) telah menemukan fakta penelitian bahwa pola sidik jari bersifat genetis, dan telah muncul ketika janin dalam kandungan, mulai dari usia 13 minggu dan lengkap pada usia 24 minggu.

Pola guratan-guratan kulit pada sidik jari, yang dikenal sebagai garis epidermal, ternyata memiliki keterkaitan dengan sistem hormon pertumbuhan sel pada otak (Nerve Growth Factor atau NGF) yang sama dengan faktor garis epidermal (Epidermal Growth Factor atau EGF).

Karena itulah, sangat wajar bila ternyata bukti ilmiah menyebutkan adanya korelasi lahiriah antara sidik jari dengan kualitas, bakat, dan gaya belajar seseorang. Semakin dini potensi bakat, karakter dan gaya belajar anak diketahui oleh orangtua, maka orangtua dapat memberikan stimulasi atau rangsangan yang sesuai untuk tumbuh kembang serta minat anak dengan optimal. 

Ingin mengetahui sidik jari anda, Assessment Indonesia solusinya. Assessment Indonesia sudah dikenal terbaik sebagai assessment indonesia, biro psikologi, jasa psikotes, jasa psikotes online, tes minat bakat, jasa assessment, vendor psikotes. 


Assessment Indonesia
Jl. Wijaya Kusuma No.2, Rt.1/Rw.1 , Jatipulo, Kec. Palmerah, Jakarta Barat 11430

Tidak ada komentar:

Posting Komentar